Contoh Cerita Rakyat Sangkuriang dalam Bahasa Inggris dan Artinya

 

Sangkuriang

Pentas Seni Cerita Rakyat Sangkuriang di Dago Bandung

Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya akan kebudayaan. Ada banyak peninggalan atau warisan budaya yang sampai saat ini masih dipegang erat dan dilestarikan oleh generasi penerusnya. Peninggalan budaya tersebut tidak hanya berbentuk peninggalan barang peradaban dan kesenian, namun ada yang menarik dan penting untuk diceritakan kepada generasi selanjutnya yakni ‘Dongeng’ atau cerita rakyat.  Entah benar ceritanya atau tidak, namun yang kita tahu bahwa cerita-cerita rakyat tersebut sampai saat ini masih tetap diingat dan bahkan disampaikan kepada generasi selanjutnya. Kita bisa saksikan juga bahwa hampir setiap daerah di Indonesia ini memiliki cerita rakyat khas sendiri dan terkadang dipercaya.

Hal yang menarik dari cerita-cerita tersebut adalah dimana kebanyakan disisipi dengan sesuatu hal yang magis dan tidak masuk akal. Namun meski demikian, hal yang terpenting yang bisa kita ambil dari cerita-cerita itu adalah dimana kebanyakan memiliki nilai moral yang cukup baik. Hal itu juga mungkin yang menjadikan cerita-cerita itu tetap eksis dan banyak diceritakan oleh banyak orang sampai saat ini. Bahkan, tidak hanya dikenal oleh warga indonesia secara lokal saja, namun sudah banyak yang diterjemaahkan kedalam bahasa inggris. Nah, berikut dibawah ini penulis juga coba untuk menterjemaahkan salah satu cerita rakyat yakni ‘Sangkuriang’ kedalam bahasa inggris.

tangkuban perahu

Tempat Wisata Di puncak Gunung Tangkuban Perahu

Cerita Sangkuriang

In upon times, there lived a princess named Dayang Sumbi. She was the daughter of the king in West Java. He had a son named Sangkuriang who likes to hunt. When hunting, Sangkuriang accompanied by his beloved dog named si Tumang which was the real father of Sangkuriang.

When Sangkuriang hunting in the woods, Sangkuriang saw a bird and shot it directly. Then, sangkuriang ruled si Tumang to take the prey, but si Tumang unwilling to follow orders and then the si Tumang was expulsion.

After got home, Sangkuriang recounted the incident to his mother. His mother (Dayang Sumbi) was very angry. She then took the spoon and banged on the head Sangkuriang. Sangkuriang waas disappointed and decided to leave home.

After the incident, Dayang Sumbi sorry for what she had dilperbuatnya. After so long, Dayang Sumbi given miracles by the god in the form of beauty and youth forever.

After many years, Sangkuriang finally went home. he was very surprised because his village had changed. On the road, he met a very beautiful woman. Absolutely stunned, then he immediately proposed. The proposal is accepted by the woman and planning to get married.

One day, before leaving for the hunt, Sangkuriang asks his future wife to spruce belt. What a surprise, because when his future wife was tidying headband, she saw a scar on the head sangkuriang. The scar was equal to her wounds. Yes, she was the Dayang Sumbi that no other is her mother Sangkuriang. Dayang Sumbi was supprised today to inquire further into Sangkuriang. Why not, it is true that her husband was her own son.

Because there may be married with children, then Dayang Sumbi asked Sangkuriang cancel the wedding plans. The request was rejected because he did not believe that Dayang Sumbi is his mother.

Dayang Sumbi finally find the perfect and best way. If Sangkuriang want to marry her, then Dayang Sumbi poses two terms Sangkuriang. First he wants the Citarum river dammed. Second, Sangkuriang asked to make a very large boat. In fact, Dayang Sumbi requested that two conditions must be finished before dawn.

Sangkuriang was capable with both the request, and promised to finish it on time. Sangkuriang exert the jinn to help him. Dayang Sumbi was not to be outdone, she then asked the help of citizens to hold a red silk cloth in the east that Sangkuriang thought it was late morning.

Sangkuriang immediately quit his job and felt like a failure. Disappointed, Sangkuriang then break down the dam that has been made and kicked the big boat that has been made and prone on the mountain which is now called Tangkuban Perahu Mountain.

Artinya dalam Bahasa Indonesia:

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang putri bernama Dayang Sumbi. Dia adalah putri raja di Jawa Barat. Dia memiliki seorang anak pria bernama Sangkuriang yang gemar berburu. Saat berburu, Sangkuriang ditemani seekor anjing kesayangannya bernama Tumang yang ternyata adalah ayah kandung dari Sangkuriang.

Saat Sangkuriang berburu di hutan, Sangkuriang melihat seekor burung dan langsung memanahnya. Lalu, sangkuriang memerintah Tumang untuk mengambil buruannya itu, tapi si Tumang tidak mau mengikuti perintah dan kemudian si Tumang diusirnya.

Setelah sampai di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Ibunya (Dayang Sumbi) sangat marah. Dia lalu mengambil sendok nasi dan dipukulkan ke bagian kepala Sangkuriang. Sangkuriang kecewa dan memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah.

Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi menyesal atas apa yang telah dilperbuatnya. Setelah sekian lama, Dayang sumbi diberikan mujijat oleh Dewa yakni berupa kecantikan dan usia muda selamanya.

Setelah bertahun-tahun, Sangkuriang akhirnya pulang ke rumahnya. dia sangat terkejut karena desanya sudah berubah. Di jalan, dia bertemu dengan wanita yang sangat cantik. Karena terpesona, maka dia langsung melamarnya. Lamaran itu diterima oleh wanita tersebut dan berencana untuk menikah.

Pada suatu hari, sebelum berangkat berburu, Sangkuriang meminta calon istrinya itu untuk merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya, karena pada saat dia merapikan ikat kepala, calon istrinya itu melihat ada bekas luka di kepala sangkuriang. Bekas luka itu sama dengan luka anaknya. Ya, wanita itu adalah Dayang Sumbi yang tiada lain adalah ibu-nya Sangkuriang. Dayang Sumbi bertambah tekejut saat ini bertanya lebih jauh ke Sangkuriang. Betapa tidak, ternyata benar bahwa calon suaminya adalah anaknya sendiri.

Karena tidak mungkin menikah dengan anak, maka Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan tersebut. Permintaan itu ditolak Sangkuriang karena dia tidak percaya jika Dayang sumbi adalah ibunya.

Akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara yang sangat tepat dan terbaik. Jika Sangkuriang ingin menikahinya, maka Dayang Sumbi mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Pertama dia ingin supaya sungai Citarum dibendung. Kedua, Sangkuriang diminta untuk membuat perahu yang sangat besar. Bahkan, Dayang Sumbi meminta agar kedua syarat itu harus diselesai sebelum terbit fajar.

Sangkuriang sanggup dengan kedua permintaan tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya tepat waktu. Sangkuriang mengerahkan bangsa jin untuk membantunya. Dayang Sumbi pun tak mau kalah, dia lalu meminta bantuan warga untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur  agar Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi.

Sangkuriang langsung berhenti dari pekerjaannya dan merasa gagal. Karena kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya dan menendang perahu besar yang telah dibuatnya dan terlungkup di gunung yang kini disebut dengan gunung Tangkuban Perahu.

Kawah Tangkuban Perahu

Kawah Tangkuban Perahu

Itulah Cerita Rakyat Sangkuriang dalam Bahasa Inggris, masih banyak cerita –cerita rakyat lainnya di indonesia yang bisa diterjamahkan kedalam bahasa inggris sehingga bisa dibaca oleh banyak orang di dunia.