Belajar Bahasa Inggris : Melalui Cerita ”Roro Jonggrang” dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya

 
Roro Jonggrang

Dalam artikel kali ini Kita akan belajar Bahasa Inggris lewat narasi tek cerita rakyat. Jika kita membicarakan tentang Narrative, pasti cerita rakyat zaman dahulu lah yang berperan sebagai contoh. Di daerah Prambanan, ada kisah tentang Roro Jonggrang. Berikut adalah cerita tentang Roro Jonggrang dalam bahasa Inggris dan artinya.

The Legend of Roro Jongrang (Legenda Roro Jongrang)

Once upon a time, there lived a princess in the Prambanan kingdom named Roro Jonggrang. There, she lived very happily with the citizens. Everyone loved her because she was kind. Roro Jonggrang was also very beautiful that many people got interested to marry her. However, she did not want to marry yet. One day, there was a prince from the Pengging kingdom who fell in love in the first sight with Roro Jonggrang. His name was Bandung Bandowoso. Bandung Bandowoso told his desire of having Roro Jonggrang directly to her but she refused him. (Pada zaman dahulu, tinggallah seorang putri di kerajaan Prambanan. Puti itu bernama Roro Jonggrang. Di kerajaan sana, sang putri hidup sangat tentram bersama dengan rakyatnya. Semua orang menyukai putri Roro jonggrang karena dia baik hati. Terlebih lagi paras sang putri sangatlah cantik hingga membuat banyak orang ingin menikahinya. Namun, sayangnya, sang putri belum ingin menikah. Suatu saat, terdapat seorang pangeran dari kerajaan Pengging yang bernama Bandung Bandowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang. Bandung Bandowoso mengutarakan keinginannya untuk menikahi sang putri secara langsung. Akan tetapi, dia ditolak ole sang putri)

Being rejected by Roro Jonggrang, Bandung Bandowoso was so pissed off. He, then, declared a war on Prambanan at that time. In the lead of Bandung Bandowoso, Pengging kingdom won the war while Prambanan lost. After winning the war, Bandung Bandowoso became the new king who ruled the Prambanan kingdom. Then, without being shy, he began asking to marry Roro Jonggrang again. (Bandung Bandowoso merasa kesal karena telah ditolak oleh Roro Jonggrang. Dia pun kemudian mendeklarasikan perang dengan kerajaan Prambanan. Dibawah kepemimpinan Bandung Bandowoso, kerajaan Pengging memenangkan perang atas kerajaan Prambanan. Setelah memenangkan perang, Bandung Bandowoso kemudian diangkat menjadi raja baru yang memerintah kerajaan Prambanan. Dia kemudian meminta kembali Roro Jonggrang untuk menikah dengannya)

“I will be ready to marry you in one condition. You must be able to build a thousand of temples in one night.” Roro Jonggrang said. (“aku siap menikah denganmu dengan satu syarat. Kamu harus bisa membangun seribu candi dalam waktu satu malam” Roro Jonggrang berkata.)

“If I am able to make it true, you want to marry me, right?” Bandung Bandowoso asked for sure. (“Jika aku bisa membangunnya, kamu akan menikah denganku, kan?” tanya Bandung Bandowoso memastikan)

“Absolutely, I will”, she replied back. (“tentu saja,” dia menjawab)

Because he loved the princess so much, Bandung Bandowoso did not want to give up on her. So, he asked for help to his genies. The genies were faithful and would obey all what Bandung Bandowoso asked to. (Bandung Bandowoso tidak ingin menyerah untuk mendapatkan Roro Jonggrang karena dia benar-benar sangat mencintai sang putri. Jadi, dia meminta bantuan para jin untuk membangun candi. Para jin sangatlah setia kepada Bandung Bandowoso dan akan melakukan apapun yang dia perintahkan termasuk membantunya membangun seribu candi)

Then, Bandung Bandowoso and all his genies started building the temples. In the middle of building the last temple, Roro Jonggrang asked the women to fail Bandung Bandowoso’s doing by bringing the mortar and the straw. (Bandung Bandowoso dan para jin kemudian memulai membangun seribu candi. Namun, disaat mereka akan membangun candi yang keseribu, Roro Jonggrang menyuruh para wanita untuk menggagalkan pembangunan candi dengan membawa mangkok dan jerami)

Roro Jonggrang then asked them to burn the straw and hit the mortar in order to make the genies think that it had been already morning. Roro Jonggrang’s plan was fully successful. The genies left because they were afraid of the sunrise. Once the genies got the sunrise, they would disappear. (Roro Jonggrang kemudian menyuruh para wanita untuk membakar jerami dan memukul mangkok untuk membuat para jin berpikir jika matahari hampir terbit. Rencana Roro Jonggrang berhasil. Para jin pergi karena mereka takut akan cahaya matahari. Sekali mereka terkena cahaya matahari, mereka akan menghilang untuk selamanya)

Bandung Bandowoso felt really disappointed of what Roro Jongrang had done. Yet, because he did love her, Bandung Bandowoso still built the last temple by himself using his own ability to be dedicated for the princess. The temple created by Bandung is still existed now. You could see the temple in Yogyakarta. Its temple’s name is Roro Jonggrang temple or almost known as Prambanan temple well. (Bandung Bandowoso merasa sangat kecewa akan apa yang telah dilakukan oleh Roro Jonggrang. Namun, karena Bandung Bandowoso sangat mencintainya, dia tetap membangun candi terakhir dengan kekuatannya sendiri untuk dipersembahkan kepada sang putri, Roro Jonggrang. Candi yang dibangun oleh Bandung Bandowoso tetap ada sampai sekarang. Kamu dapat melihat candi itu di Yogyakarta. Candi itu bernama Candi Roro Jonggrang atau lebih dikenal dengan nama Candi Prambanan)