Istilah Macan Ompong dalam Bahasa Inggris beserta Contoh Kalimat

 
tidak mengerti
Contoh kalimat menggunakan Idiom Macan Ompong dalam Bahasa Inggris

Pernahkah teman-teman lihat seekor macan ompong? Jika melihat seekor macan yang ompong maka ketakutan kita akan buasnya hewan tersebut seolah sedikit memudar bukan? Istilah macan ompong memiliki makna seseorang yang berkuasa namun tidak memiliki kekuatan sehingga cenderung tidk dihormati maupun ditakuti meskipun oleh orang-orang yang memiliki jabatan lebih rendah darinya. Seseorang yang disebut macan ompong biasanya memiliki kedudukan yang tinggi namun memiliki kelemahan sehingga ia kehilangan otoritas terhadap bawahannya. Tentu saja menjadi macan ompong bukanlah hal yang patut dibanggakan akrena biar bagaimanapun juga pemimpin haruslah seseorang yang bisa dihormati oleh bawahannya. Beriut contoh istilah macan ompong dalam kalimat:

Direktur kita yang baru itu sepert macan ompong setelah semua kasus korupsinya terungkap. Kini hanya masalah waktu sampai dia ditangkap oleh pihak berwajib dan tidak lagi menjabat sebagai Direktur.

Istilah macan ompong memang memiliki makna yang cenderung negatif. Dalam bahasa Inggris, kita bis amenyebutkan istilah macan ompong dengan idiom ‘paper tiger’. Ternyata dalam bahasa Inggris, penggunaan hewan macan atau tiger juga sama-sama digunakan untuk menggamabrkan seseorang yang memiliki kekuasaan. Kemudiana kata ‘paper’ digunakan untuk menyiratkan bahwa kebuasan macan tersebut hanyalah isapan jempol semata. Berikut contohnya dalam kalimat:

  • I don’t understand why everyone here treat him like a paper tiger. Is it because of his mental illness?
    (Aku tidak mengerti mengapa semua orang disini memperlakukannya seperti macan ompong. Apakah karena sakit mental yang dideritanya?)
  • If I have to accept the manager position then I will become a paper tiger because my background is not great at all.
    (Jika aku harus menerima posisi manager maka aku hanya akan menjadi macan ompong karena latar belakangku yang kurang baik.)
  • Being the heirs, Ronaldo was just a paper tiger because he had no ability to lead the company. At the end, he gave up his position.
    (Menjadi seorang pewaris, Ronaldo hanyalah seorang macan ompong karena tidak memiliki kemampuan untuk memimpin perusahaan dengan baik. Akhirnya dia menyerah dengan jabatannya.)