Pengertian dan Cara Penggunaan Singular dan Plural Noun

 
noun

Hallo teman-teman, apakah kalian sudah pernah belajar tentang singular serta plural noun? Jika kalian belum pernah belajar, maka tidak perlu khawatir. Kali ini kita akan membahas mengenai penjelasan cara menggunakan singular dan plural noun.

Bagi sebagian besar orang yang belajar bahasa Inggris, tidaklah sulit untuk memahami singular dan plural noun. Sebenarnya penggunaan kedua noun tersebut tidaklah rumit. Pada dasarnya kata benda bentuk tunggal atau singular noun biasa digunakan pada saat kita ingin menyatakan atau menunjukkan benda yang jumlahnya hanya satu atau tunggal.

Sementara itu kata benda bentuk jamak atau plural noun digunakan pada saat hendak menunjukkan suatu benda yang jumlahnya lebih dari satu atau banyak.

Singular Noun

Bagaimana cara mengenali kata benda bentuk tunggal atau singular noun? Ternyata caranya sangatlah mudah. Teman-teman hanya perlu memerhatikan determiners yang ada sebelum singular noun. Contoh dari determiners adalah penggunaan atau an, the, this atau that. Coba perhatikan contoh penulisan di bawah ini:

  1. A chair.
  2. An umbrella.
  3. The book.
  4. That big castle.
  5. This bicycle.

Penggunaan determiners pada kata-kata di atas memberikan petunjuk bahwa jumlah benda yang disebutkan hanyalah satu. Perhatikan contoh satu hingga contoh lima, hanya ada sebuah kursi, sebuah paying, satu buah buku, sebuah kastil yang besar, dan sebuah sepeda. Jadi penggunaan a, an, the, this, serta that dalam hal ini sangat berpengaruh untuk mengenali jumlah kata benda.

Plural Noun

Mari kita lanjutkan penjelasan cara menggunakan singular dan plural noun. Kali ini penjelasan kita akan fokus pada plural noun. Plural noun jauh lebih komplkes dibandingkan singular noun seperti yang telah dijelaskan secara singkat di atas bahwa plural noundigunakan untuk menjelaskan jumlah benda yang lebih dari satu.

Pada umumnya, jika teman-teman ingin membentuk plural noun, teman-teman hanya perlu menambahkan huruf –s tepat di belakang kata bendanya. Perhatikan contoh:

  • Singular: Cat, house, river, boy, dan seterusnya.
  • Plural: Cats, houses, rivers, boys, dan seterusnya.

Akan tetapi, selain dari aturan di atas, adapula beberapa peruubahan kata benda yang menggunakan aturan-aturan tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Penambahan akhiran –es pada kata benda yang berakhiran –s, -ss, ch, sh, atau –x. perhatikan contoh di bawah ini:

  • Singular: bus, dress, church, flash, fox, dan seterusnya.
  • Plural: buses, dresses, churches, flashes, foxes, dan seterusnya.

2. Pada ketentuan yang kedua, kali ini kata benda bentuk jamak tidak hanya ditambah –es tetapi juga mengalami pergantian huruf pada akhir kata. Hal ini berlaku pada kata yang berakhiran –y. Akhiran tersebut akan diganti dengan –i. Contohnya:

  • Singular: baby, fairy, family, city, dan seterusnya.
  • Plural: babies, fairies, families, cities, dan seterusnya.

3. Berikutnya ada penambahan pada kata yang berakhiran –y akan tetapi huruf tersebut didahului dengan huruf vocal. Khusus untuk kata benda bentuk jamak yang satu ini maka hanya perlu ditambahkan akhiran –s. Berikut ini contohnya:

  • Singular: toy, cowboy, monkey, day, dan seterusnya.
  • Plural: toys, cowboys, monkeys, days, dan seterusnya.

Aturan ini tidak berlaku untuk kata benda guy. Kata ini mengikuti aturan sebelumnya, yaitu dengan mengganti akhiran –y menjadi–I lalu ditambahkan –es.

4. Kemudian adapula kata benda yang memiliki akhiran –f yang kemudian diganti –v lalu ditambahkan –es. Contohnya, shelfmenjadi shelveswolf menjadi wolvesleaf menjadi leaves, dan seterusnya.

5. Namun ada juga beberapa kata benda berakhiran –f yang hanya perlu ditambahkan akhiran –s. Contohnya, chief menjadichiefscliff menjadi cliffsroof menjadi roofs, dan seterusnya.

6. Beberapa kata benda yang berakhiran –f dapat menjadi jamak dengan kedua cara yang telah disebutkan di atas, yaitu dengan menambahkan –s atau mengubah –f menjadi v dan ditambahkan –es. Perhatikanlah contoh di bawah ini:

  • Singular: dwarf, scarf, wharf, dan seterusnya.
  • Plural: dwarfs atau dwarves, scarfs atau scarves, wharfs atau wharves, dan seterusnya.

7. Berikutnya adalah perubahan singular menjadi plural pada kata yang berakhiran –fe. Khusus untuk kata ini f mesti digantibaru kemudian ditambahkan –s. Lihat contoh di bawah ini:

  • Singular: life, wife, dan seterusnya.
  • Plural: lives, wives, dan seterusnya.

8. Pada kata benda yang berakhiran pada umunya cukup ditambahkan dengan akhiran -s. Akan tetapi  ada juga beberapa kata berakhiran yang ditambahkan dengan akhiran –es.

  • Singular: video, kangaroo, tomato, potato, hero, dan seterusnya.
  • Plural: videos, kangaroos, tomatoes, potatoes, heroes, dan seterusnya.

9. Adapula beberapa kata benda yang mengalami perubahan irregular plural, contohnya:

  • Singular: man, mouse, person, child, dan seterusnya.
  • Plural: men, mice, people, children, dan seterusnya.

Nah, teman-teman semoga saja penjelasan cara menggunakan singular dan plural noun di atas dapat membantu kalian untuk lebih memahami penggunaan kata benda yang tepat dalam percakapan serta penulisan. Baiklah, semoga beruntung!