
Dalam mempelajari bahasa Inggris, waktu kejadian di mana sebuah peristiwa terjadi sangat berpengaruh pada cara bagaimana seseorang mengungkapkannya melalui bahasa Inggris yang baik dan benar. Ketika seseorang menyampaikan sebuah gagasan dalam bahasa Inggris namun tidak memperhatikan penggunaan tata bahasa yang benar, maka akan menimbulkan sebuah kerancauan dalam pemahaman.
Sebagaimana ketika anda ingin mengungkapkan sebuah kejadian di masa lampau maka jenis tenses past tense akan selalu digunakan yang mana dalam tenses ini akan melibatkan suatu perubahan kata kerja atau jika anda ingin mengungkapkan kejadian yang akan datang, maka anda juga akan menggunakan bentuk kalimat yang berbeda pula.
Sejalan dengan hal tersebut, memahami penggunaan “could have” dalam bahasa Inggris sebagai ungkapan masa lampau juga perlu untuk dipelajari sehingga anda bisa menyampaikan maksud dari gagasan anda tanpa menyebabkan adanya kesalahpahaman dalam sebuah komunikasi. Berikut ini adalah beberapa penggunaan “could have” yang harus anda pahami sebagai pembelajar bahasa Inggris:
1. Mengungkapkan suatu hal di masa lampau tetapi tidak terjadi
Penggunaan frase “could have” sering kali dijumpai untuk mengungkapkan kemampuan seseorang melakukan suatu kegiatan di masa lampau namun dia tidak melakukannya. Berikut ini contoh penggunaan “could have” yang sesuai dengan kaidahnya:
- Celine Dion could have performed her first tribute in Caesar Palace, yet she cancelled all her shows due to the tragic death of her husband and brother.
Artinya: Celine Dion seharusnya bisa tampil di konser perdananya di Caesar Palace, sayangnya dia membatalkannya dengan alasan kematian suami serta kakaknya. - The prisoner could have escaped from the jail, yet the sheriff besieged him at once in the doorway.
Artinya: Para tahanan seharusnya bisa melarikan diri dari penjara, namun para polisi mengepung mereka di pintu keluar.
Dari dua contoh di atas bisa dilihat bahwa penggunaan “could have” selalu diikuti oleh past participle yang dalam hal ini difungsikan untuk mengungkapkan sebuah kejadian di masa lampau. Selain itu, perlu anda ingat bahwa klausa yang mengikutinya juga harus dalam bentuk past tense juga.
2. Mengkritik kejadian di masa lampau
Dalam penggunaannya, “could have” juga bisa difungsikan untuk menyatakan sebuah kritik atas kejadian yang dilakukan di masa lampau. Berikut contoh penggunaan “could have” pada kasus semacam ini.:
- Her son could have helped his mother to make his bedroom tidy without complaining on and on.
Artinya: Anak lelakinya harusnya bisa membantu ibunya untuk merapikan tempat tidur tanpa harus terus mengeluh. - Could you have finished doing your job without playing aroud with talkative Lucy, Jake?
Artinya: Bisakah kamu menyelesaikan pekerjaanmu tanpa harus bergurau dengan Lucy yang cerewet itu, Jake?
Perlu anda perhatikan bahwa penggunaan “could have” dalam kalimat tanya, maka posisi keduanya harus dipisah seperti yang terdapat pada contoh kalimat tanya di atas.
3. Berspekulasi atas kejadian masa lampau
Terkadang, anda akan dihadapkan pada situasi atas adanya spekulasi ataupun dugaan atas kejadian yang terjadi di masa lampau. Atas dasar itu, penggunaan “could have” dalam kasus ini akan digunakan untuk menyatakan hal tersebut. Di bawah ini adalah contoh penggunaan dari “could have” untuk menyatakan sebuah spekulasi:
- He could have perform the operation long before the lamp went off.
Artinya: Dia seharusnya bisa melakukan operasi jauh sebelum lampunya padam. - The judges could not have sentenced the smugglers five-years-prison.
Artinya: Para hakim tidak bisa menjatuhi hukuman penjara lima tahun terhadap para penyelundup.
Kaitannya dalam membuat sebuah spekulasi pada masa lampau yang bersifat negative, maka penggunaan “could have” harus dibubuhi dengan kata not yang ditempatkan diantara kata could dan have.
4. Menyatakan situasi yang terjadi saat ini namun tidak terjadi
Selain untuk mengungkapkan sebuah kejadian yang terjadi di masa lampau, ternyata penggunaan “could have” juga bisa merujuk pada sebuah kejadian yang terjadi pada sekarang namun kejadian tersebut tidaklah terjadi. Kasus semacam itu bisa dilihat pada contoh berikut ini:
- The scientists could have conducted the study in the field of astronomy, yet they did not get finacial support.
Artinya: Para ilmuwan seharusnya bisa melakukan penelitian pada bidang astronomi, sayangnya mereka belum mendapatkan bantuan keuangan. - Mrs Lucy could have walked for a mile to visit the bakery, yet she suffered from rheumatic.
Artinya: Nyonya Lucy seharusnya bisa berjalan satu mil untuk mengunjungi toko kue, sayangnya dia menderita rematik.
Ternyata penggunaan “could have” sangatlah beragam tidak hanya sebatas ungkapan masa lampau saja. Meskipun demikian, klausa yang mengikutinya juga masih tetap dalam bentuk past tense meskipun kejadian tersebut terjadi pada saat ini.
Pada dasarnya, penggunaan “could have” memiliki banyak fungsi seperti yang tercantum pada pemabahasan di atas. Namun, meskipun kebanyakan penggunaan “could have” untuk merujuk pada kegiatan ataupun kejadian di masa lampau, namun hal ini juga bisa digunakan pada masa sekarang namun tidak sepenuhnya terjadi. Dengan mengetahui penggunaan “could have” maka anda akan semakin terampil dalam menyampaikan gagasan pada masa lampau secara benar.
ARTIKEL ACAK
ARTIKEL FAVORIT
- Formula Lengkap 16 Tenses
- Kumpulan Kata Kerja Beraturan
- Kumpulan Kata Kerja Tidak Beraturan
- Kumpulan Kata Benda (Noun)
- Kumpulan Kata Ganti (Pronoun)
- Kumpulan Kata Sifat (Adjective)
- Kumpulan Kata keterangan (Adverb)
- Kumpulan Kata Depan (Preposition)
- Kumpulan Kata Sambung (Conjunction)
- Kumpulan Kata Seru (Interjection)
- Kumpulan Kalimat Expression
- Kumpulan Idioms Bhs Inggris
- Kumpulan Kata Synonim
- Kumpulan Kata Antonim
- Kumpulan Kata-kata Panggilan
- Macam-macam Number
- Kumpulan Kata-kata Gaul
- Kumpulan Kata-kata Bijak








