Arti dan Cara Penggunaan Conjunction ”Even If” dalam Bahasa Inggris

 
mengobrol
Contoh penggunaan Conjunction Even If dalam sebuah kalimat

Conjunction “even if” memiliki arti “meskipun”. Conjunction ini juga digunakan sebagai kalimat hubung yang akan menggabungkan dua kalimat atau lebih. Conjunction ini sangat efisien dan fleksibel, sehingga dapat digunakan dalam kalimat apapun.

Conjunction “even if” dapat digunakan di tengah ataupun di depan. Setelah penggunaan “even if” ini akan diikuti oleh kalimat utuh.

Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan conjunction “even if”:

  • I have already had lunch “even if” I am not hungry.
    (Saya sudah makan siang meskipun saya tidak lapar.)

Kalimat tersebut menggunakan dua tenses, yaitu present perfect tense dan present tense. Kalimat tersebut menyatakan sebuah rutinitas akan makan siang sebagai kebutuhan manusia setiap hari. Meskipun belum lapar, makan siang harus dilakukan.

  • I had already made the cake “even if” I didn’t like it.
    (Saya sudah membuat kue itu meskipun saya tidak menyukainya.)

Kalimat ini menggunakan past perfect tense dan past tense.

  • “Even if” I was tired, I had been reading the message as soon as possible.
    (Meskipun saya lelah kemarin, saya telah sedang membaca pesan itu sesegera mungkin.)

Kalimat tersebut menggunakan tenses past tense dan pas perfect continuous tense. Sehingga kejadian tersebut berlangsung pada waktu yang lalu.

  • I will bring it “even if” so heavy.
    (Saya akan membawanya meskipun berat.)

Penggunaan conjunction “even if” adalah diikuti kata sifat.

  • Sinta gave me prize “even she is my enemy.
    (Sinta memberiku hadiah kemarin meskipun dia adalah musuhku.)

Kalimat ini menggunakan dua tenses, yaitu past tense dan present tense. Peristiwa pemberian oleh Sinta kepada saya sudah berlangsung waktu lalu, padahal Sinta adalah musuhku.

  • “Even if” this doll is broken, I still love it much.
    (Meskipun boneka ini rusak, Aku masih sangat menyayanginya.)

Dalam kalimat tersebut, penggunaan conjunction “even if” adalah berada di depan.

  • This flower will be sold “even if” it is very expensive.
    (Bunga ini akan dijual meskipun harganya sangat mahal.)

Kalimat tersebut penggunaan conjunction “even if” bisa digunakan dalam kalimat passive, yakni present passive future tense.

  • “Even if” the mountain is the active mountain, it is still climbed.
    (Meskipun gunung itu termasuk gunung aktif, gunung itu masih didaki.)

Kalimat tersebut masih menggunakan passive tense, tetapi perbedannya adalah posisi conjunction “even if” berada di depan.

Berdasarkan contoh-contoh kalimat penggunaan conjunction “even if” tersebut, bahwa dapat dikatakan penggunaan conjunction “even if” adalah untuk kalimat majemuk yang mengemukakan alasan. Adapun dalam penggunaannya, harus ada konteks kalimat sebelumnya.

Kebanyakan contoh-contoh kalimat yang menggunakan conjunction “even if” ini adalah kalimat yang menyatakan kegiatan yang harus dilakukan walaupun berat atau ada halangannya. Jadi dapat dikatakan bahwa kalimat yang menggunakan conjunction “even if” ini adalah jenis kalimat kewajiban atau keharusan atau tuntutan yang harus dilakukan.