
Ketika sudah melakukan kesalahan, memang seharusnya kita meminta maaf. Tetapi meminta maaf pun tidak boleh sembarangan, harus melihat situasi, kondisi, kepribadian lawan bicara, tingkat keakraban lawan bicara dengan kita, dan tingkat kerumitan masalah yang sedang dihadapi. Bila kita meminta maaf dengan cara yang salah, maka bukannya mendapat ketenangan batin, mungkin malah akan menambah keruh permasalahan yang sudah ada. Hal ini tidak hanya berlaku dalam permintaan maaf dalam Bahasa Indonesia saja, akan tetapi juga pada seluruh bahasa lain, termasuk juga Bahasa Inggris. Berikut adalah macam-macam cara meminta maaf dalam Bahasa Inggris, beserta dengan contoh kalimat dan artinya.
I’m sorry / Sorry
Kata “I’m sorry” adalah kalimat meminta maaf yang paling sering diucapkan. Akan tetapi, kata ini lebih cocok dipergunakan untuk meminta maaf pada situasi non-formal dan ketika Anda telah melakukan kesalahan ringan saja. Jika Anda meminta maaf atas suatu kesalahan besar hanya dengan berkata “I’m sorry” saja, maka mungkin Anda tidak akan dibukakan pintu maaf sama sekali karena telah dianggap menyepelekan kesalahan besar yang telah Anda perbuat dan tidak bersungguh-sungguh atas penyesalan yang Anda rasakan.
Contoh:
- I’m sorry, I can’t come on time.
Maaf, saya tidak bisa datang tepat waktu. - Sorry, I can’t go to shopping with you today.
Maaf, saya tidak bisa pergi belanja denganmu hari ini.
Walaupun begitu, Anda juga dapat menambahkan kata so/very/extremely/terribly + sorry untuk menekankan rasa penyesalan Anda.
Contoh:
- I’m terribly sorry to break your glass.
Saya benar-benar minta maaf karena telah memecahkan gelas Anda. - I’m so sorry for leaving you behind.
Maafkan saya karena telah meninggalkanmu sendirian.
How careless of me! / My mistake!
Selain meminta maaf secara langsung, dalam Bahasa Inggris juga terdapat cara untuk meminta maaf dengan cara yang agak “tersembunyi”. Yaitu dengan mengucapkan “How careless of me!” atau “My mistake!”.Keduanya memiliki makna “Maaf itu salahku!” atau “Saya memang ceroboh!”, dan semacamnya. Dengan menyalahkan diri sendiri seperti itu, Anda secara tidak langsung telah mengakui dan mengungkapkan rasa penyesalan atas kesalahan yang Anda telah perbuat. Akan tetapi, cara yang satu ini bersifat non-formal dan terkadang dipergunakan dalam candaan, sehingga tidak cocok untuk meminta maaf dalam situasi kerja atau kesalahan yang cukup rumit, karena kemungkinan Anda malah akan dianggap tidak serius.
Contoh:
- I forgot to bring my bag! How careless of me!
Saya lupa membawa tas! Saya memang ceroboh! - I accidentally drop the glass! My mistake!
Saya secara tidak sengaja telah menjatuhkan gelasnya! Itu salah saya!
I shouldn’t have…….
Kata “I shouldn’t have……” dapat dipergunakan untuk mengungkapkan rasa penyesalan atas suatu tindakan yang tidak sepantasnya kita perbuat kepada seseorang.
Contoh:
- I shouldn’t have mad at you like that.
Tidak seharusnya saya semarah itu kepadamu. - I shouldn’t have scared you like that.
Tidak seharusnya saya menakutimu seperti itu.
Please accept my sincere apologies
Kalimat meminta maaf yang satu ini bersifat sangat formal. Lebih cocok untuk dipergunakan dalam situasi kerja, seperti saat meminta maaf kepada client/konsumen atau bahkan kepada atasan kerja.
Contoh:
- Please accept my sincere apologies. I will send the replacement for the product to you as soon as possible.
Tolong terima permintaan maaf saya. Saya akan segera mengirimkan barang pengganti kepada Anda sesegera mungkin.
SEKATEGORI ACAK
ARTIKEL FAVORIT
- Formula Lengkap 16 Tenses
- Kumpulan Kata Kerja Beraturan
- Kumpulan Kata Kerja Tidak Beraturan
- Kumpulan Kata Benda (Noun)
- Kumpulan Kata Ganti (Pronoun)
- Kumpulan Kata Sifat (Adjective)
- Kumpulan Kata keterangan (Adverb)
- Kumpulan Kata Depan (Preposition)
- Kumpulan Kata Sambung (Conjunction)
- Kumpulan Kata Seru (Interjection)
- Kumpulan Kalimat Expression
- Kumpulan Idioms Bhs Inggris
- Kumpulan Kata Synonim
- Kumpulan Kata Antonim
- Kumpulan Kata-kata Panggilan
- Macam-macam Number
- Kumpulan Kata-kata Gaul
- Kumpulan Kata-kata Bijak











