Arti dan Cara Penggunaan Conjunction ”If Then” dalam Bahasa Inggris

 
mengobrol
Contoh penggunaan Conjunction If Then dalam sebuah kalimat

Conjunction “if then” memiliki arti “jika kemudian”. Biasanya digunakan sebagai kata hubung. Posisi penggunaan conjunction “if then” dalam kalimat adalah berada di tengah.

Penggunaan conjunction “if then” ini selalu diikuti oleh kalimat lengkap. Kalimat yang menggunakan conjunction “if then” ini biasanya adalah jenis kalimat pengandaian. Posisi conjunction “if then” dalam kalimat adalah di depan atau di tengah. Namun akan lebih sering berada di tengah.

Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan conjunction “if then”  adalah:

  • Deni will go home “if then” his mother comes in one hour.
    (Deni akan pulang, jika kemudian ibunya datang dalam satu jam.)

Kalimat ini menggunakan future tense, sehingga kejadiannya masih akan berlangsung beberapa saat yang akan datang. Sehingga kalimat ini termasuk kalimat pengandaian.

Penggunaan conjunction “if then” ini bisa juga dengan menggunakan tenses lain selain future tense, yaitu:

  • Deni goes home “if then” his mother comes in one hour.
    (Deni pulang, jika kemudian ibunya datang dalam satu jam.)

Kalimat ini menggunakan present tense.

  • Deni went home “if then” his mother came in one hour.
    (Deni pulang, jika kemudian ibunya datang dalam satu jam.)

Walaupun artinya sama, tetapi penggunaan kalimat tersebut adalah untuk menyatakan kalimat pengandaian yang sudah terjadi beberapa saat kemarin.

  • Deni will have went home “if then” his mother comes in one hour.
    (Deni telah akan pulang, jika kemudian ibunya datang dalam satu jam.)

Kalimat ini menggunakan present perfect future tense, sehingga arti dalam kalimat ini masih akan berlangsung di masa datang.

  • Deni will have been going home “if then” his mother comes in one hour.
    (Deni sedang telah akan pulang, jika kemudian ibunya datang dalam satu jam.)

Kalimat ini menggunakan present perfect future continuous tense, sehingga arti dalam kalimat ini masih akan berlangsung di masa datang.

Penggunaan conjunction “if then” juga bisa digunakan di awal kalimat, yakni:

  • “If then” his mother comes in one hour, Deni will go home.
    (Jika kemudian ibunya datang dalam satu jam, Deni akan pulang.)

Kalimat ini menggunakan future tense.

  • “If then” his mother comes in one hour, Deni will have went home.
    (Jika kemudian ibunya datang dalam satu jam, Deni akan pulang.)

Kalimat ini menggunakan present perfect tense.

  • “If then” his mother comes in one hour, Deni will have been going home.
    (Jika kemudian ibunya datang dalam satu jam, Deni akan telah sedang pulang.)

Kalimat ini menggunakan present future perfect continuous tense.

Sebenarnya memang penggunaan conjunction “if then” ini hanya untuk kalimat pengandaian saja, sehingga penggunaannya sangat terbatas.