Contoh Dialog Saat Menanyakan dan Memberikan Petunjuk Arah

bertanya
Contoh dialog saat menanyakan petunjuk arah

Dalam kehidupan sehari-hari bertanya ataupun memberikan petunjuk mengenai suatu tempat dan arah merupakan hal yang sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam Bahasa Indonesia saja, dalam Bahasa Inggris percakapan semacam itu juga biasa dilakukan. Tentu saja ada beberapa kata atau kalimat yang sebaiknya diucapkan sehingga percakapan terasa lebih sopan. Di bawah ini merupakan contoh percakapan atau dialog menanyakan dan memberi petunjuk tentang arah:

Percakapan 1

Lily : Excuse me, is there any mini or supermarket around here? (permisi, apakah ada mini atau supermarket di sekitar sini?)

Jerry : Yes, there is a minimarket but unfortunately it is not that near (ya ada tapi sayangnya minimarket tersebut tidak terlalu dekat)

Lily : That’s okay. Can I get there on foot? (tidak apa-apa. Dapatkah saya ke sana dengan berjalan kaki?)

Jerry : Yes you can (ya bisa saja)

Lily : Can you tell me where it is please? (dapatkah kamu memberitahuku di mana minimarket itu?)

Jerry : Sure. You can just go straigt to get that crossroad. Then turn left. You can walk along until you get a hospital. The minimarket is placed on the left side of the hospital (tentu saja. Kamu hanya tinggal berjalan lurus hingga ke perempatan). Kemudian belok kiri. Kamu harus berjalan terus hingga menemukan sebuah rumah sakit. Minimarket tersebut terletak di sebelah kiri rumah sakit tersebut.)

Lliy : Oh I see, thank you so much for your help (Oh aku mengerti, terima kasih atas bantuanmu).

Jerry : You’re welcome. If you think it takes too long to find the minimarket, you can get there by bus. (Sama-sama. Jika menurutmu pergi ke sana dengan berjalan kaki terlalu lama, kamu bis ake sana dengan naik bus )

Lily : Okay, thank you so much for the information (Baiklah terima kasih atas informasinya).

Percakapan di atas terjadi diantara dua orang yang baru saja saling beremu. Sehingga, kalimat-kalimat yang mereka tuturkan cenderung sopan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa penggunaan bahasa formal seperti can you tell me, thank you so much for your help, dan sebagainya. Percakapan yang lebih santai atau non-formal dapat dilihat dari percakapan di bawah ini.

Percakapan 2

Nico : Hi Tania, how’s life? I think I don’t see you for a long time (Hai Tania, apa kabar? Aku pikir aku sudah lama tida bertemu denganmu)

Tania : I’m good and you? (Yah aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?)

Nico : I’m fine too. By the way, where do you go to work recently? (aku juga baik-baik saja. Ngomong-ngomong, dimanakah kamu bekerja sekarang ini?)

Tania : I’m in Birdie Publisher, I’m the editor there. (Aku bekerja di Penerbitan Birdie, aku menjadi editor di sana)

Nico : Wow, it sounds great. But I don’t know where it is. (Kedengarannya hebat, tapi aku tidak tahu dimana itu)

Tania : Well, do you know Natasha Skin Care on the Sudirman Street? (Baiklah, apakah kamu tahu Natasha Skin Care yang terletak di Jalan Jendral Sudirman?)

Nico : Of course, it is near my former office (tentu saja, tempat itu terletak dekat dengan kantorku yang dulu)

Tania : The publisher is around 1 kilometers from Natasha. You need to go on straight until you find a church and then turn left. Go on around 400 meters and my office is on the corner of crossroad. (penerbitan itu terletak sekitar 1 kilometer dari Natasha. Kamu perlu berjalan lurus hingga menemukan sebuah gereja kemudian belok kiri. Jalanlah terus sekitar 500 meter dan kantorku terletak di pojok perempatan.)

Nico : It sounds really far from your house (kedengarannya cukup jauh dari rumahmu).

Tania : Maybe but there is a shortcut which makes it quite near. It is mainly if you want to get there on foot. (mungkin saja tapi ada jalan pintas di sana yang membuat jalan tersebut menjadi cukup dekat. Hal itu terutama jika kamu mau ke sana dengan berjalan kaki).

Nico : Really? How is it (Benarkah? Bagaimana caranya?)

Tania : There is a small path near my neighborhood which straightly goes to the crossroad near my office. After you are out from the alley, you can turn right and then just go ahead. The path connects the alley into a small path near my office (ada jalan setapak kecil dekat lingkunganku yang dengan lurus mengarah ke perempatan dekat kantorku. Setelah kamu keluar dari gang kamu bisa berbelok ke arah kanan kemudian lurus. Jalan setapak itu menghubungkan daerah rumahku ke jalan dekat kantorku).

Nico : Well, I think I need to visit you sometimes (Baiklah, aku rasa aku dapat mengunjungimu sewaktu-waktu.)

Category: Conversation