Contoh Dialog Ketika Bertamu secara Formal dan Non Formal

berjabat tangan
Contoh dialog ketika bertamu secara Formal dan Non-Formal

Bertamu atau mengunjungi rumah teman atau kerabat merupakan hal yang umum dalam kehdupan sehari-hari. Tentunya dibutahkan tata krama atau kesopan santunan sehingga tuan rumah merasa nyaman dengan kehadiran kita. Hal yang perlu untuk diperhatikan adalah cara kita berbicara. Nah, dalam Bahasa Inggris ternyata hal tersebut juga sangatlah diperlukan. Bahkan ketika kita sedang mengunjungi teman yang sangat akrab kita juga tetap harus bersikap dan berkata dengan baik. Berikut ini adalah contoh percakapan saat bertamu atau mengetuk pintu rumah orang lain:

Percakapan saat bertamu secara formal

Tony : Excuse me, is it Mr. Eddy’s house? (apakah ini rumah Pak Eddy?)

Andy : Yes, it is. Can I help you (benar, apakah ada yang bisa saya bantu?)

Tony : Well, is he in? (apakah ia ada di rumah?)

Andy : Oh yes, he is in but he is already taking a shower. Please come in (ya, dia ada di dalam, tetapi sekarang dia sedang mandi. Silahkan masuk).

Tony : Thank you so much (terima kasih banyak)

Andy : By the way, who are you? (maaf, Anda siapa?)

Tony : I’m his student when I was studying in Gajah Mada University (saya adalah mahasiswanya ketika dulu berkuliah di Universitas Gajah Mada).

Andy : Can you tell me your name please? (dapatkah Anda menyebutkan nama Anda?)

Tony : I’m Tony (nama saya Tony)

Andy : Please sit down Tony, wait a minute. I’ll call him (silahkan duduk Tony, saya akan panggilkan)

Tony : Sure, thank you (tentu saja, terima kasih).

Dalam percakapan di atas diketahui bahwa Andy dan Tony belum pernah mengenal satu sama lain. Sehingga bahasa yang mereka gunakan cenderung lebih halus dan lebih sopan. Salah satu indikasi bahwa mereka saling menyapa dengan ragam bahasa yang cenderung halus dan formal adalah dengan adanya penggunaan kat please serta seringnya mereka mengucapkan terima kasih. Bandingkan dengan percakapan di bawah ini:

Percakapan saat bertamu dengan ragam bahasa santai non-formal

Sarah : Hi Dinda, can I come in? (Hi Dinda, bisakah saya masuk)

Dinda : Sure, where do you from? It is not that often you come to my house (tentu saja. Darimana kamu? Tumben mampir ke rumahku)

Sarah : From stationary two blocks from here. Well, I just want to visit you. We are rarely chatting recently after we go to different colleges (dari toko buku 2 blok jauhnya dari sini. Yah, aku cuma ingin mengunjungimu. Kita jarang ngobrol akhir-akhir ini setelah kita masuk ke kampus yang berbeda).

Dinda : Yah, that’s it. I basically miss you so much but I almost don’t have enough spare time to meet you. Do you want some drinks? (yah benar sekali. Aku sebenarnya sangat merindukanmu tapi aku hampir tidak punya cukup waktu luang untuk bertemu denganmu. Kamu mau minum?)

Sarah : Me too. Okay, water please (aku juga. Baiklah, air putih saja).

Dinda : How about going to swimming pool this Sunday? You can tell your sister to join (bagaimana jika kita pergi ke kolam renang hari Minggu ini. Kamu bisa mengajak saudaramu bergabung).

Sarah : It sounds interesting. Well, but let me check my schedule first. O ya, where is your parents? It looks like you are alone now (kedengarannya menyenangkan. Tapi biar aku cek jadwalku dulu. Oya, dimanakah orang tuamu? Sepertinya kamu sendirian?)

Dinda : Why? Even you are busy on Sunday? My parents go to grandma’s house. (Kenapa? Bahkan kamu juga sibuk di hari Minggu? Orang tuaku sedang mengunjungi nenek)

Sarah : Too many tasks from lectures for next week. I just want to finish it as soon as possible. Why don’t you go with your parents? (terlalu banyak tugas untu minggu depan. Aku hanya ingin segera menyelesaikan. Kenapa kamu tidak ikut dengan orang tuamu?)

Dinda : No, I had a plan yesterday to clean my room and it is just already finished. Oh c’mon, it is okay to refresh your mind for a while, swimming and splashing are so relaxing (Tidak, aku berencana dari kemarin untuk membereskan kamarku dan sekarang baru saja selesai. Ayolah, tidak ada salahnya untuk menyegarkan pikiran sebentar, berenang dan bermain air sangat menyenangkan)

Sarah : Well.. okay, that’s not bad (oh baiklah sepertinya tidak buruk)

Dari percakapan di atas diketahui bahwa Sarah dan Dinda sudah cukup akrab. Mereka menggunakan Bahasa yang santai dan tidak formal sehingga percakapan terlihat seperti mengalir begitu saja.

Category: Conversation